image1

LET'S MAKE SOMETHING|I'M MAKER FROM SANTRI

Penyearah Setenganh Gelombang (half wave rectifying) dan Gelombang Penuh ( full wave rectifying)


PENYEARAHAN SETENGAH GELOMBANG (half wave rectifying).
PENYEARAHAN SETENGAH GELOMBANG (half wave rectifying).

Dengan sifat sifat diode yang sudah kita kenal, maka dioda dapat kita manfaat kan untuk mengubah tegangan bolak - balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). (harap baca kembali definisi tegangan AC dan DC).
Pada gambar dioda dan R beban seri di beri tegangan bolak - balik sinus dari trafo sebesar 12 V efektif atau sama dengan 16 V maks = 16 Vp.
  1. Pada saat titik A positip, titik D negatif, maka mengalir arus dari titik A ke titik B, ke titik C dan ke titik D (titik C sebenarnya sama dengan titik D). Maka terjadi pembagian tegangan pada dioda yang hanya 0,8 V dan sebagian besar ada pada R beban 15,2 V.
  2. Pada saat titik D positip, dan titik A negatif, arus tidak dapat mengalir karena saat ini dioda mendapat reverse bias. Tegangan semua ada pada diode dan tegangan pada R beban Nol.
  3. saat berikut nya kembali ke nomor 1, dan seterusnya.
Dengan cara tersebut pada R beban terdapat tegangan DC ... karena arus hanya mengalir dari B ke C, tidak pernah sebalik nya, HANYA SAJA bentuk tegangan pada R beban masih naik turun tetapi tidak pernah berbalik arah (DC tetapi masih mengandung unsur AC).

Kalau di lihat dengan osiloskop, maka tegangan berbentuk seperti gelombang yang terpotong setengah nya, makanya dinamakan penyearahan setengah gelombang (half wave rectifying).
Bentuk tegangan DC seperti ini disebut tegangan DC berdenyut (Pulsating Direct Current).

Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying)
Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying) 

Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying)
Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying) 

Kita sudah mengenal bahwa dengan penyearahan setengah gelombang kita sudah dapat menghasilkan tegangan DC, tetapi bentuk tegangan DC nya : kadang ada, kadang nggak ada, kadang ada, kadang nggak ada, dan seterusnya ... Tegangan DC seperti belum sempurna, nanti kita bisa sempurna kan dengan Capacitor.
Sebelum sampai ke arah sana kita akan bahas Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying) yang hasil penyearahan nya lebih sempurna di banding half wave rectifying).
Untuk itu di butuhkan 4 buah dioda yang di rangkaian seperti gambar di bawah, cara merangkaian dioda seperti ini kita sebut dengan dioda di rangkai "jembatan" atau "bridge".
Pada gambar :
1. Saat titik A positip terhadap titik D, maka arus mengalir melalui D2, ke titik B, melalui R beban, ke titik C, melalui D3, lalu ketitik D (negatif).
Maka pada saat ini R beban di lalui arus dari atas ke bawah (dari B ke C). Arus listrik di gambar kan dengan garis warna BIRU.
2. Pada saat lain tegangan berbalik arah sekarang titik D positip terhadap titik A, maka arus TETAP MENGALIR, yaitu dari titik D, ke dioda D4, ke titik B, Lewat R beban, ke titik C, lewat D1, dan akhir nya ke titik A (negatif).
Maka pada saat ini R beban juga di lalui arus dari atas ke bawah (dari B ke C). Arus Listrik di gambar kan dengan garis warna MERAH.
Dari sini dapat di simpulkan bahwa baik titik A yang positip ataupun titik D yang positip arus tetap mengalir dari B ke C, artinya pada R beban telah ada tegangan DC, karena arus mengalir selalu dari B ke C (tidak pernah sebaliknya).
Kalau di lihat dengan osiloskop akan tampak seperti pada gambar.
Tegangan ini juga disebut tegangan DC berdenyut (pulsating DC), tetapi sudah makin mendekati bentuk tegangan DC murni.

Share this:

CONVERSATION

0 comments: